Mengubah pengunjung dadakan yang datang ke blog kita melalui situs sosial media (Digg, Stumbleupon, atau Lintas Berita dan Info Gue di Indonesia) menjadi pengunjung aktif blog kita merupakan tantangan yang berat ketika kita ngeblog. Banyak artikel yang membahas bagaimana berada di halaman depan Digg, misalnya, namun tidak ada yang bicara tentang bagaimana membuat pengunjung tersebut bertahan lebih dari beberapa detik (sebagian besar pengunjung dari sosial media hanya numpang lewat saja). Pengalamanku, rata-rata pengunjung salah satu blogku 200-an perhari. Namun, ketika ada salah satu artikel yang didaftarin ke Lintas Berita entah oleh siapa, pengunjung blogku hari itu mencapai 1700 orang! Setelah itu, kembali 200-300 an orang perhari.

Pada artikel ini, aku akan mencoba menguraikan teori tentang bagaimana menjaring pengunjung dadakan yang berasal dari sosial media, menjadi pengunjung aktif blog kita. Aku menyebutnya teori, karena secara praktek aku belum bisa memperoleh hasil yang memuaskan. Teori ini aku peroleh dari blognya Si Kucing Ngode. Berikut intinya.
Ketika membuka artikel ini, aku yakin anda akan menaruh perhatian pada gambar resolusi tinggi yang aku pasang (thanks to BigHugeLabs). Gambar tersebut mampu menarik perhatian (meski cuma sepintas) karena : ukurannya yang lebar, warna-warninya yang kontras, dan tulisan di bawahnya, membuat pengunjung akan penasaran melihat keseluruhan artikel untuk mencari tahu isi yang berhubungan dengan gambar tersebut.
Strategi ini bekerja dengan baik jika menggunakan foto yang unik (tulisan/caption opsional) dan menaruhnya dimana pengunjung harus men-scroll mouse untuk melihat tampilan gambar seutuhnya.
Setelah bagian penarik perhatian selesai, dan pengunjung sudah membaca artikel kita yang semestinya menarik, saatnya menindaklanjuti agar pengunjung tersebut menjadi aktif di blog kita. Pada tahap ini, kita harus mampu menangkap perhatian mereka sehingga : mereka bergabung dengan komunitas kita dan meninggalkan komentar; menjadi pelanggan rss feed kita; dan menjadi pelanggan email milis kita. Jika gagal, tentu mereka hanya akan menjadi trafik tak berguna yang akan segera meninggalkan blog kita, tanpa ada kepastian bakal kembali lagi.
Cara terbaik untuk mencapai tujuan kita, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan:
Itulah beberapa poin yang aku tangkap dari blognya CatsWhoCode. Jika anda punya pengalaman lain dalam menangani pengunjung dadakan dari sosial media ini, sudilah kiranya berbagi disini.

Pada artikel ini, aku akan mencoba menguraikan teori tentang bagaimana menjaring pengunjung dadakan yang berasal dari sosial media, menjadi pengunjung aktif blog kita. Aku menyebutnya teori, karena secara praktek aku belum bisa memperoleh hasil yang memuaskan. Teori ini aku peroleh dari blognya Si Kucing Ngode. Berikut intinya.
Ketika membuka artikel ini, aku yakin anda akan menaruh perhatian pada gambar resolusi tinggi yang aku pasang (thanks to BigHugeLabs). Gambar tersebut mampu menarik perhatian (meski cuma sepintas) karena : ukurannya yang lebar, warna-warninya yang kontras, dan tulisan di bawahnya, membuat pengunjung akan penasaran melihat keseluruhan artikel untuk mencari tahu isi yang berhubungan dengan gambar tersebut.
Strategi ini bekerja dengan baik jika menggunakan foto yang unik (tulisan/caption opsional) dan menaruhnya dimana pengunjung harus men-scroll mouse untuk melihat tampilan gambar seutuhnya.
Setelah bagian penarik perhatian selesai, dan pengunjung sudah membaca artikel kita yang semestinya menarik, saatnya menindaklanjuti agar pengunjung tersebut menjadi aktif di blog kita. Pada tahap ini, kita harus mampu menangkap perhatian mereka sehingga : mereka bergabung dengan komunitas kita dan meninggalkan komentar; menjadi pelanggan rss feed kita; dan menjadi pelanggan email milis kita. Jika gagal, tentu mereka hanya akan menjadi trafik tak berguna yang akan segera meninggalkan blog kita, tanpa ada kepastian bakal kembali lagi.
Cara terbaik untuk mencapai tujuan kita, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan:
- Beri pertanyaan berkaitan dengan materi artikel kita dan tegaskan, letakkan di akhir artikel
- Pasang banner, box atau apalah yang berisi ajakan untuk mendaftar RSS feed kita
- Tawarkan ebook gratis atau hadiah lain bagi pelanggan rss via email
- Pasang "call to action" agar pengunjung mengerjakan sesuatu seperti yang kita inginkan, misalnya : "Jika anda menyukai artikel ini, temukan lebih lanjut di..." atau sesuai kreasi anda.
Itulah beberapa poin yang aku tangkap dari blognya CatsWhoCode. Jika anda punya pengalaman lain dalam menangani pengunjung dadakan dari sosial media ini, sudilah kiranya berbagi disini.


















